Kinalang.news, Kotamobagu – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Refly Setiawan Mamonto, menunjukkan bentuk kepedulian terhadap penerus generasi di Kota Kotamobagu yang kian memprihatinkan. Tanggapan tersebut muncul sebagaimana sudut pandangnya terhadap “Anak Badut” yang melakukan aktivitas bukan semestinya di berbagai sudut Wilayah Kotamobagu.
Badut – badut penghibur traffic light persimpangan yang didominasi anak – anak tersebut menjadi sorotan karena tidak sesuai dengan kapasitas anak di usia labil, meskipun belum diketahui motif dari pada aktivitas “Anak Badut” dalam kesan meminta – minta dengan kostum badut.
Menurut Mamonto, hal demikian perlu menjadi perhatian bersama, terutama Dinas – dinas yang bersangkutan dengan harus memperhatikan motif apa dibalik aktivitas yang tidak layak tersebut.
“Kami minta Dinas terkait, Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) bahkan Dinas Perhubungan mengenai lalulintas untuk memperhatikan persoalan ini,” pintanya.
Banyak faktor kata Refly yang perlu dilakukan terkait dan terhadap aktivitas “Anak Badut” tersebut. Terutama mengetahui apa penyebab dari keterlibatan anak – anak dalam aktivitas Badut Penghibur yang ada disetiap persimpangan lampu lalu lintas Kotamobagu.
“Kita perlu mengetahui motif dari aktivitas itu. Sehingga perlu ada tindakan, pendampingan serta bimbingan oleh Dinas terkait, terlebih kesan yang meminta – minta. Tentu ini sangat memprihatinkan, perlu ada informasi apakah ada yang dengan sengaja memfasilitasi atau memang keinginan dari pada anak – anak itu sendiri? Namun orang tua membiarkan. Atau mungkin karna faktor ekonomi,” tanya Refly.
“Jangan sampai dimanfaatkan atau karena ekonomi, padahal usia mereka masih ada kesempatan untuk belajar dan bermain. Tentu kami berharap langkah solusi oleh Dinas yang berkaitan,” sambungnya.
Ia menambahkan, Kota Kotamobagu telah beberapa kali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak. Sebagai Kota Layak Anak tentu ini harus diperhatikan bersama. “Jangan hanya iklan rokok yang dibatasi, namun masih ada hal semacam ini terjadi,” sentil Mamonto.
Ia pun berharap, akan ada upaya penanganan meskipun demikian bukan hal urgen namun berisiko utama keselamatan dan masa depan generasi penerus bangsa. “Kita memiliki tanggung jawab sosial untuk mempersiapkan masa depan Kotamobagu kedepan nya. Salah satunya mempersiapkan generasi penerus, dengan memastikan setiap anak mendapatkan haknya, hak pendidikan dan hak untuk bermain,” ungkapnya penuh harap.







