BOLTIM – Penganiayaan terhadap simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow TImur (Boltim) DR. Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si dan Dr. Hi. Rusmin Mokoagow (SSM-RM) dengan jargon ARUS diseriusi oleh Tim Pemenangan Modayag Barat.
Aksi tak terpuji yang diduga dilakukan oleh warga sekitar lokasi kegiatan konsolidasi pemenangan partai koalisi SSM – RM berlangsung tepatnya di Lapangan Motongkad pada Minggu 29 September 2024 pekan lalu ditempuh ke jalur hukum.
Ketua Tim Pemenangan ARUS Desa Moonow, Hendra Mamonto sangat mengecam peristiwa kekerasan yang menimpah RM alias Dit, warga Desa Moonow yang saat itu ikut berpartisipasi pada kegiaan konsolidasi tersebut.
Ia mengecam aksi tersebut dan meminta Kepolisian Kabupaten setempat segera menindaki tindakan yang mengganggu stabilitas keamanan. Menurut Hendra, tindakan kekerasan terhadap pendukung pasangan calon berdampak pada kenyamanan pesta demokrasi Pilkada sernetka 2024.
“Korban sudah melapor di polres Boltim, korban juga sudah di BAP dan di visum. Selaku Ketua Tim Pemenangan Arus Desa Moonow, kami mengecam aksi tidak terpuji ini. Kami minta polres Boltim seriusi kasus ini,karena berdampak negatif terhadap stabilitas keamanan, di pilkada saat ini,” tegas Hendra yang merupakan Sekertaris DPC PKB Boltim itu.
Hendra yang juga mantan seorang Jurnalis itu menyatakan akan mengawal kasus penganiayaan tersebut hingga selesai, “Kami tidak akan biarkan kasus ini berlarut, kami sudah menghubungi pengacara untuk kawal kasus ini hingga pelaku dapat di proses sesuai Undang – undang yang berlaku,” tegasnya.
Senada juga diharapkan Ketua Tim pemenangan Arus kecamatan Modayag Barat, Sidik Mokoginta. Ia mengecam dan meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan kasus ini. “Kami TKC pasangan Arus memohon pihak berwajib, agar dapat mengusut tuntas pemukulan terhadap milenial. Karena kami tidak ingin kejadian seperti ini terjadi dalam pelaksanaan pesta demokrasi, kami tidak ingin pesta demokrasi dinyatakan cacat secara hukum dan tidak bermoral. Sehingga kami memohon kepada pihak – pihak tertentu agar dapat mengusut kasus ini sampai ke akar – akar nya, “singkatnya.
Terpisah Kasie Humas Polres Boltim Reynold Wowor, S.Sos, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan yang terjadi saat Kampanye Partai Koalisi di Motongkad. Dirinya mengatakan, pihak Polres sementara melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus.
“Polres sudah menerima laporan, kami saat ini sementara melakukan penyelidikan. Nanti seperti apa perkembangan nya akan kami informasikan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Boltim, AKP Denny Tampenawas, S.Sos, menegaskan apapun pelenggaran hukum akan ditindaki sesaui ketentuannya. “Setelah penyelidikan dan pengembangan kasus, siapa pelaku dan kemudian bukti nya, kemudian terbukti akan segera diproses sesuai hukum berlaku,” jelasnya.
Penulis/Editor: Ryan/Redaksi







