KinalangNews, Modayag – Rumah Aspirasi Bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementrian PUPR Republik Indonesia (RI) Prov. Sulawesi Utara (Sulut) mulai mensosialisasikan program Almarhum Hi. Herson Mayulu, S.IP, dalam bentuk Sanitasi Desa (Sandes) di Badaro, Kecamatan Modayag, Boltim, Sabtu (25/06).
Kepala Desa atau Sangadi Badaro Marten Surentu, dalam kesempatan itu menuntun pembacaan doa terhadap Almarhum H2M.
Marten mengakui bahwa meskipun kehilangan sosok seperti Almarhum H2M, namun apa yang menjadi program patut disyukuri.
“Tentu rasa syukur perlu kita sampaikan melalui tim aspirasi, karena meskipun kita kehilangan sosoknya almarhum, namun program ini masih dikawal oleh Rumah Aspirasi bahkan turun ke masyarakat Desa kita,”ujarnya.
Lewat sambutan itu, Marten memberikan apresiasi atas semua program sudah terealisasi maupun yang sementara tahapan.
“Sangat luarbiasa, karena selama ini Almarhum H2M melalui Rumah Aspirasi sangat memperhatikan Desa Badaro untuk pembangunan. Ada sejumlah program yang sudah terlaksana PISEW, BSPS yang sementara jalan dan bahkan Sanitasi Desa akan dimulai tahapan saat ini,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Widy Mokoginta selaku Koordinator Tenaga Ahli Rumah Aspirasi menyatakan bahwa program tersebut merupakan aspirasi almarhum H2M ke Negara lewat Kementrian PUPR sampai turun ke Daerah.
Menurut Widy, hadirnya program H2M di Desa Badaro atas adanya usulan dari Sangadi. Terpenting sebagaimana yang diharapkan pelaksanaan program harus menjadi kerjasama yang baik untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Badaro.
“Ini berkat peran Sangadi yang memperjuangkan kebutuhan dari pada Desa Badaro. Semua program yang masuk itu bentuk usulan kemudian dengan berbagai langkah agar supaya terakomodir dalam program H2M. Intinya semua berkolaborasi bekerjasama agar rakyat bisa memperoleh asas manfaat kesejahteraan masyarakat Badaro,” tutupnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Edward, secara teknis menyampaikan program Sandes dengan mekanisme nya berubah dengan Sanimas SPAL-DS.
“Pembuatan nya itu di setiap rumah untuk pembuangan. Jadi akan dibuat bilik nyaman, bak septik dan bak resapan, itu dimulai dengan daftar calon penerima manfaat bersama sangadi akan melakukan pendataan,” jelasnya.
Lanjutnya, sasaran SPAL-DS dimaksud menjadi prioritas terhadap desa tertinggal atau menuju berkembang dengan penghasilan terendah kemudian Desa atau Kelurahan yang memiliki angka Stunting dan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tinggi yang menjadi prioritas.
“Ada pun kriteria calon penerima manfaat prioritas itu Ibu hamil, Baduta (Bayi bawah dua tahun), dan Stunting. Jadi kalau ada keluarga yang Stunting seperti ada keterlambatan pertumbuhan, kita libatkan pemerintah desa untuk datanya. Ke empat difabilitas, contohnya bawahan lahir Karen kecelakaan sehingga mengalami gangguan fisik,” terangnya.
Selain itu tambahnya, prioritas kelima keluarga yang aktifitas BABS itu masih terjadi, semua perlu data yang tepat untuk pembangunan SPAL-DS.
“Untuk itu, sangat dibutuhkan ketersediaan air bagi para penerima. Intinya secara teknis ada pendampingan dari kami sambil dimulainya tahapan pelaksanaan serta akan dibangun ke lahan milik sendiri. Namun, jika bukan lahan milik sendiri dan diizinkan oleh pemilik nya bisa dilaksanakan, hanya yang diutamakan milik sendiri Akan ada penilaian tertentu untuk program ini, ada rangking sesuai kriteria itu akan dilihat dari survei ke warga,” paparnya.
Hadir Koordinator Tenaga Ahli Rumah Aspirasi H2M, Widy Mokoginta, S.IP bersama TFL BPPW Edward, Koordinator Wilayah Boltim Yosie Monoarfa, SH, beserta Tim Suport H2M, Kepala Desa Badaro, Marten Surentu bersama jajaran dan seluruh masyarakat.
Penulis/Editor: Ryan/Redaksi







