Kinalang.news, Kotamobagu – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Kotobangon pada Minggu, 19 Juli 2026, diduga melibatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Oknum anggota DPRD berinisial TT, yang juga merupakan pimpinan lembaga legislatif tersebut, diadukan oleh keluarga korban atas dugaan menabrak seorang anak berusia lima tahun.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban mengalami retak tulang pada kaki kiri sehingga harus menjalani perawatan di RS Kota Kotamobagu.
Informasi ini dihimpun Kinalang.news berdasarkan keterangan keluarga korban setelah melaporkan peristiwa tersebut ke Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu pada Kamis, 23 Juli 2026.
Ayah korban, Abdal Mamonto, mengaku membuat laporan setelah anaknya menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit.
Menurut Abdal, ia melaporkan peristiwa tersebut karena merasa keberatan dengan sikap pihak yang dilaporkan, yang menurutnya menghindari tanggung jawab.
Meski demikian, Abdal membenarkan bahwa TT bersama istrinya sempat membawa korban ke RS Kota Kotamobagu menggunakan mobil Inova Zenix bernomor Polisi DB 1712 KL, yang dikendarai saat kejadian.
Saat itu, kata Abdal, TT menyatakan akan bertanggung jawab atas peristiwa yang dialami korban. Namun, upaya tersebut disebut tidak berujung pada kesepakatan dengan keluarga korban.
“Ada beberapa hal yang membuat saya keberatan hingga akhirnya terpaksa melaporkan kejadian ini. Saat peristiwa terjadi, saya bersama istri masih dalam perjalanan pulang dari luar daerah. Kami sangat terkejut dan langsung bergegas kembali ke Kotamobagu,” kata Abdal.
Ia mengatakan bahwa setibanya di rumah sakit, ia dan istrinya langsung fokus menangani kondisi anak mereka yang tengah dirawat karena ada pembengkakan pada kaki korban.
“Memang benar mereka (terduga pelaku, red) membawa anak saya ke rumah sakit saat itu, dengan pengakuan akan bertanggung jawab,” ujarnya.
Namun, menurut Abdal, setelah beberapa hari korban menjalani perawatan, menjenguk serta membicarakan bentuk tanggung jawab bersangkutan, dengan alasan sedang menjalankan tugas di luar daerah. Ia menyebut hanya istri TT yang beberapa kali datang mengantarkan makanan.
Abdal juga menyatakan keberatan, karena hingga pada hari Selasa menjalani perawatan, pihak TT yang mengantar makanan justru memperlihatkan bukti rekaman cctv.
“Sampai hari selasa itu, mereka datang membawa makanan. Yang datang istrinya, saat itu dia menunjukan rekaman cctv dan mengatakan mereka tidak bersalah, karena mobil yang dikendarai tidak menyentuh korban,” jelas Abdal.
Hingga berita ini ditulis, pihak TT enggan memberikan tanggapan, upaya wawancara tak diindahkan. Namun redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak yang bersangkutan apabila bersedia.
Kepala Satuan Lalulintas Polres Kotamobagu, IPTU. Lutser Simanjuntak, SH, membenarkan bahwa ada aduan polisi dari keluarga korban. Pihak Satlantas Polres Kotamobagu kata dia telah menjadwalkan pertrmuan kedua belah pihak untuk penyelesaian masalah.
“Iya. saya sudah menghubungi kedua pihak, dan besok akan ada pertemuan keduanya seperti apa penyelesaiannya? besok keterangan lanjutnya dari hasil pertemuan dan kita dampingi kelanjutannya sesuai Mindik (Adminstrasi Penyidikan).







