Penjabaran Bupati Boltim di Seminar Unsrat Buat Mantan Dosen Terkagum

KinalangNews, Manado – Menjadi kebanggaan tersendiri saat kali pertama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar seminar dalam pembahasan Prospek Kekuatan Indonesia di ASEAN Tahun 2023 Bagi Pengembangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah serta Kemampuan dan Kebutuhan Daerah Perbatasan (Sulawesi Utara).

Kebanggaan itu datang dari hadirnya Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, sebagai narasumber pada kegiatan yang digagas dengan melibatkan Kepala Daerah untuk menghadapi topik seminar tersebut.

Menariknya, Bupati dalam pendapatnya membahas isu-isu internasional serta peluang dan tantangan Indonesia saat menjadi Ketua Negara negara Asean yang dijabarkannya dihadapan narasumber lainnya seperti Dino Pati Djalal (Directur of Foregin Policy Community of Indonesia), Edy Prasetyo (Direktur Eksekutif ASEAN Study Center – Universitas Indonesia) dan Franky Rengkung, S.IP., MA (Dosen tetap pada Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi).

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Dino Pati Djalal sendiri adalah mantan Wakil Mentri, kemudian menjabat sebagai Duta besar indonesia berkuasa penuh di Amerika dan juga menjadi juru bicara Presiden di masa SBY.

Ada beberapa hal menarik yang mengemuka dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dimana Sachrul dengan lugas mengupas tentang peluang dan tantangan indonesia saat menjadi ketua ASEAN.

Menurut Sachrul bahwa Indonesia menjadi ketua Asean saat Dunia sedang mengalami ketidakstabilan. Salah satu contoh perang antara Rusia dan Ukraina yang secara langsung berpengaruh terhadap ekonomi  Dunia, ketegangan di Tingkok, serta kudeta militer di Miyanmar. Ditambah lagi dengan persoalan maha berat di Tahun 2023 sampai 2024, Indonesia akan mengelar pemilihan secara serentak.

“Ini menjadi pekerjaan yang berat bagi Indonesia tapi, Indonesia tetap harus mampu menunjukan kemampuannya sebagai Negara yang mampu memfasilitasi semua Negara-negara Anggota Asean serta Indonesia menunjukan sikap netral dan tidak boleh blok tertentu di Negara-negara Asean,” tanggapnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Dari sisi peluang ekonomi sachrul juga mengungkapkan bahwa tahun 2017 lalu Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan untum membahas eksport import ekonomi antara Negara Philipina dan Indonesia dengan cara rool on roll of, General santos/Davao menuju Bitung yang juga adalah gerbang pasifik, dan masuk Alki (Arus Laut kepulauan Indonesia 3) Tapi pembicaraan itu terhambat karna adanya birokrasi yang berbelit belit, hingga pembicaraan itu gagal.

Menurut sachrul bahwa ini yang harus diperbaiki lagi soal aturan dan regulasi serta birokrasi. Tak hanya itu ia juga menyingung soal persaingan bahan kualitas eksport yang belum bisa bersaing secara Internasional dan ini jelas menjadi kendala bagi Indonesia.

Sementara, Dr. Drs. Michael Mamentu sebagai Ketua Pusat Studi ASEAN mengungkapkan bahwa Bupati Boltim di undang menjadi narasumber, artinya bahwa yang bersangkutan sangat paham dengan isu-isu Internasional, terutama Negara-negara Asean serta peluang dan tantangan. Michael juga mengaku bangga bahwa salah satu muridnya memiliki wawasan yang luas.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Ini adalah ajang untuk menguji intelektual para narasumber terutama Bupati Boltim. Karna yang menjadi peserta dan penanya adalah rata rata para dosen yang bergelar doktor, tapi beliau mampu menjelaskan dengan cara yang sangat memuaskan,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa tidak semua Kepala Daerah memiliki kemampuan dalam membahas isu isu internasional.

Hal yang senada dengan Michael juga disampaikan Doktor Femmy Tulusan. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap mantan muridnya di pasca sarjana . “Tentu dengan hadirnya Bupati ini merupakan kebanggaan kami Dosen – dosen di Unsrat sebab beliau adalah mahasiswa kami,” singkat pujiannya.

Penulis/Editor: Ryan/Redaksi

Pos terkait