Pemdes Nuangan Satu Giat Pelatihan Stunting

KinalangNews, Nuangan – Pemerintah Desa (Pemdes) Nuangan Satu, Kecamatan Nuangan, menggelar kegiatan pelatihan stunting terhadap peserta pendataan program stunting bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Tenaga Ahli serta Pendamping Desa (PD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Desa (Sangadi) Fuad Bazmul, yang dikuti jajarannya, juga turut hadir, Kepala Bidang Dinas PMD, Rusli Dajoh bersama staf, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Deddy Martasen bersama rekan Pendamping Desa Kabupaten dan Desa di Boltim.

Peserta pendata program stunting Desa Nuangan Satu
Peserta pendata program stunting Desa Nuangan Satu.

Pada kesempatan itu, Fuad Bazmul menyampaikan terhadap para peserta data stunting dalam pelatihan konvergensi stunting dalam pengisian data score card yang berlangsung di Kantor Desa, Senin (28/06).

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Perlu diketahui bahwa kegiatan ini sangat penting. Untuk itu, seluruh peserta agar dapat mengikuti bagaimana proses pendataan dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pemerintah Desa dan Kelembagaan, Rusli Dajoh, menambahkan kepada peserta agar program ini bisa dijalankan dengan baik dan berkesinambungan.

“Program ini akan menjadi prioritas, karna memang ini hal yang penting bagi kondisi kesehatan di masyarakat terutama ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Dan perlu diseriusi dalam hal pendataan di Desa sehingga Pemdes sendiri bisa memprogramkan mengenai anggaran dan untuk pencegahan stunting secara dini,” terang Rusli.

Pelatihan Konvergensi Stunting Dalam Pengisian Data Score
Pelatihan Konvergensi Stunting Dalam Pengisian Data Score.

Sementara, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Deddy Martasen memaparkan stunting ini merupakan wabah yang beresiko terhadap kondisi kesehatan di masyarakat.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Stunting adalah wabah penyakit, yang menyerang pada wilayah pertumbuhan manusia, pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak, sehingga terbawa di usia dewasa,” ujarnya.

Pada intinya, lanjut Deddy program stunting yang diutamakan adalah pendataan sehingga kedepan validasi data stunting itu bisa di intervensi dalam upaya pencegahan dini yang diatur dalam perencanaan anggaran desa.

“Peserta wajib melakukan validasi data terhadap pencegahan stunting, agar dalam hal ini kami yang melakukan monitoring bisa melihat sejauh apa sistem pendataan untuk sebisa mungkin di anggarkan, mengingat ini merupakan program pemerintah,” jelas.

Kegiatan dilanjutkan dengan teknis pendataan stunting oleh pendamping desa terhadap peserta yang terlibat dari unsur Kader Posyandu, Kader BKKBN, Guru Paud dan KPM.

Redaksi/Infodesa
Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Pos terkait