Kinalang.news, Kotamobagu – Konferwil Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara (Sulut) ke-13 menghasilkan aklamasi terhadap Muliadi Paputungan sebagai Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulut yang baru. Muliadi Paputungan terpilih dalam konferensi yang berlangsung hingga Jumat 18 April 2025, dini hari di Hotel Sutan Raja Kotamobagu.
Hasil konferensi menetapkan Muliadi sebagai calon tunggal dan mendapat dukungan sembilan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sulut.
Terpilih nya Muliadi sebagai Ketua GP Ansor Sulut merupakan tonggak estafet setelah Yusra Alhabsyi memasuki masa demisioner atau selesai jabatan dua periode memimpin GP Ansor Sulut.
Muliadi pun berkomitmen untuk meneruskan kepemimpinan GP Ansor Sulut merujuk pada penguatan kaderisasi yang bertumpu dalam nilai – nilai kebangsaan.
GP Ansor sendiri bisa dikatakan berhasil ditangan Yusra Alhabsyi, membesarkan organisasi yang lahir dari Nahdlatul Ulama (NU) di Sulut dengan menghasilkan sekitar lima ribuan kader aktif falam organisasi tersebut.
“Kita akan memperluas kepengurusan hingga ke tingkat ranting dan memastikan kader-kader terbaik bisa tampil di level nasional,” ujar Muliadi di hadapan peserta Konferwil.
Legislator Provinsi Sulut keterwakilan Bolaang Mongondow Raya itu berambisi merepresentasikan kader GP Ansor mendapat kesempatan sebagai legislatif dan eksekutif. Ia menargetkan, jumlah kader yang duduk di kursi DPRD bertambah, bahkan menjadi Kepala Daerah.
“Kalau hari ini kita punya satu anggota DPRD provinsi, ke depan bisa sepuluh atau bahkan lebih. Kalau sekarang ada dua kepala daerah, ke depan harus bisa lima,” tegasnya.
Selain itu, Muliadi optimis akan kehadiran Badan Usaha Milik milik Ansor. Hal tersebut sebagai upaya memperkuat kemandirian organisasi. Badan Usaha itu kemudian diharapkan menjadi sumber pendanaan organisasi, mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal dan memperkuat ekonomi anggota.
“Kita harus mandiri. Kalau di masa Yusra Alhabsyi sudah ada bukti, Insya Allah di masa kami, kamilah yang akan menjadi bukti itu,” harap politisi PKB itu.
Meskipun mendapat diskresi sebagai calon tunggal, keterpilihan Muliadi tersebut menjadi catatan Pengurus Pusat GP Ansor. Ia mendapat rekomendasi kewajibannya mengikuti Pendidikan Kader Nasional (PKN) sebelum pengukuhan.







