Mulai Hangat Saling Klaim Aset Yayasan Antara YIS dan YIBM Bakal Berbuntut Panjang

KinalangNews, Kotamobagu – Persolan aset antara Yayasan Ibnu Sabil (YIS) dan Yayasan Ibtidaiyah Baitul Makmur (YIBM) kian hangat. Prahara saling klaim kepemilikan aset kedua yayasan bakal berbuntut panjang. Pasalnya, pihak YIS kabarnya menyeret persoalan dugaan penyerobotan ini ke ranah hukum.

Sebagaimana pernyataan Ketua Umum YIS, Mato Salim Landjar, kepada pewarta bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada Ketua YIBM, Suharjo Makalalag, untuk angkat kaki dari aset yang dianggap milik YIS.

“Kami telah melayangkan somasi ke pak Harjo untuk segera angkat kaki dari aset milik YIS. Bahkan sudah dua kali, namun sampai saat ini tidak ada jawaban,” ungkap Aba Mato sapaan akrabnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Menurutnya, pemilik sah dari aset yang dikuasai oleh YIBM adalah YIS, karena dari awal berdiri dan tercatat di akta notaris beberpa aset dari hasil peleburan dua yayasan (Yayasan Baitul Makmur dan yayasan Moonow) pada waktu kepemimpinan Bupati Muda Mokoginta telah diserahkan ke YIS.

“Yayasan kami punya legal standing yang sah baik akta notaris sejak 14 Februari tahun 2001 maupun pengesahaan dari kementrian hukum dan ham, begitu juga aset – asetnya. Oleh karenanya siapapun yang mencoba merebut itu dari YIS maka akan berurusan dengan hukum,” terangnya.

Lanjut Aba Mato, lebih jelas pihaknya telah banyak memberikan kelonggaran waktu kepada yang bersangkutan untuk sadar diri keluar dari aset milik YIS.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Ibarat lalat, kalau terus dibiarkan maka akan merusak jadi harus diusir, bisa jadi dia so rindu pulang pa depe sel (dia sudah rindu pulang ke selnya dulu,red),” tegasnya.

Terpisah, Menanggapi hal tersebut Suharjo Makalalag saat dihubungi via seluler Senin, (30/08/2021), Mengatakan tidak akan mundur selangkahpun sekalipun persoalan ini sampai ke ranah hukum. Ia ngotot bahwa pihaknya juga memiliki legal standing lengkap dan sah .

“Saya selakau ketua YIBM tidak akan mundur mengahadapi persoalan ini, karena ini adalah kepetingan umat dan masa depan anak-anak kita,” jelas Suharjo.

Adapun mengenai surat somasi yang dilayangkan YIS kepadanya, menurut Suharjo tidak ditanggapi karena dianggap tidak sesuai.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Surat itu bukan dari Yayasan Ibnu Sabil yang penulisannya satu huruf L, (yayasan yang ada sejak dulu, namun belum memiliki legal standing sesuai aturan saat ini), dan sepengetahuan saya nama Ibnu Sabil ( satu huruf L) telah digunakan oleh yayasan didaerah lain, adapun yang ada sekarang itu yayasan Ibnu Sabill ( dengan dua huruf L). Oleh karenanya surat somasi yang dilayangkan oleh pengurus YIS tidak saya tanggapi,” terang Suharjo.

Penulis/Editor: MM/Redaksi

Pos terkait