Gerakan Ayah Teladan, Bupati Iskandar Juga Seorang Ayah!

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru ikut Gerakan Ayah Teladan Indonesia
Istimewa

Kinalang.news, Bolsel – Hari pertama masuk sekolah pada Senin (14/7/2025) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) jalan-jalan dipenuhi Siswa dan orangtua yang mengantar anaknya pada pagi-pagi buta. Ada juga murid-murid yang sudah memenuhi area lingkungan sekolah yang ada di Kabupaten Bolsel.

Di hari yang masih sangat pagi, anak-anak sudah membawa papan nama, roti dan makanan lainnya, itu menandakan masa orientasi pertaman masuk sekolah.

Beberapa orang tua murid juga terlihat mengantar sampai ke ruang kelas dan menunggu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Siswa baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan ekstrakurikuler yang ada.

Salah satu yang ikut serta dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yaitu Bupati Bolsel Iskandar Kamaru. Pagi itu, pukul 06.30 WITA, ia sudah meninggalkan rumah dinasnya di Bolaang Uki.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Pagi itu dengan pakaian dinas biasanya pergi untuk menghadiri rapat serta membuka kegiatan dinas, ini melainkan untuk agenda bersifat pribardi dengan mengantarkan sang anak ke sekolah, dan wajah berseri Iskandar menuntun anaknya hingga ke pintu gerbang sekolah SD Negeri 1 Molibagu. Di sana, ia menyempatkan diri berbincang dengan guru-guru, menyerap suasana penuh harapan yang menyelimuti pagi itu.

“Program GATI ini memberi tanda kesemua orang bahwa orang tua mulai serius mengurus anak, juga memberi tanda kepada teman-teman atau senior-senior sekolah bahwa anak ini didamping orang tua secara langsung sehingga tidak ada lagi perundungan atau bullying,” ujarnya Bupati Iskandar.

Hal ini juga dilakukan sebagai tanda bahwa orang tua khususnya seorang ayah serius dalam mengurus anak dan Pendidikan anak. Ada banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya yaitu mengantar anak ke sekolah. “Dengan langkah ini juga membantu para orang tua dalam memantau lingkungan sekolah anak-anak,” katanya.

Baca Juga :  11 Tahun Kecamatan Helumo: Ini Pesan Mendalam Bupati Bolsel, Saat Pimpin Upacara

Hamka Taamole (34), salah satu orangtua murid dari Desa Salongo Barat mengaku sudah bangun dari subuh untuk mempersiapkan keberangkatan anak di hari pertama. Ia menuturkan tak mau anaknya telat lantaran jam maksimal masuk sekolah pukul 06.30 WIB.

“Mengantar anak pertama sekolah di hari pertama, baru sampai pukul 05.50. Saya bangunin pagi-pagi, anak saya sudah semangat masuk hari pertama sekolah sampai bangun subuh,” katanya, tersenyum

Ia juga mengaku setuju dengan kebijakan Pemerintah melalui Surat Edaran Nomor 58/PK.03/DISDIK terkait pengaturan jam pelajaran efektif di satuan pendidikan, dari tingkat PAUD hingga SMA. “Setuju-setuju saja ya selagi itu positif buat anak, jadi biasain bangun pagi. Biasanya kan agak siangan jadi subuhnya lalai, dengan kebijakan jam 06.30 sebenarnya sangat bagus, sangat positif,” ungkap dia

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

GATI ini bertujuan untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini. Melalui kehadiran ayah pada momen penting tersebut, tercipta kedekatan emosional yang berpengaruh positif terhadap rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam menjalani proses belajar,” demikian bunyi Surat Edaran (Kemendukbangga/BKKBN) Nomor 7 Tahun 2025

Pos terkait