Diskominfo Kotamobagu Warning “Scammer Malware”

modus penipuan scammer malware peringatan diskominfo kotamobagu
KinalangNews

KinalangNews, Kotamobagu – Pemerintah Kotamobagu mengantisipasi dini scammer malware atau perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri data pribadi. Sebagaimana peringatan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menyusul temuan undangan whatsapp yang beredar.

Terkait itu, Diskominfo mengingatkan kewaspadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kotamobagu. Modus ini diduga kuat sebagai upaya pencurian data pribadi dan akses ilegal ke sistem perbankan milik target yang disasar.

Pihak Diskominfo menjelaskan bahwa undangan tersebut biasanya dikirim oleh nomor tidak dikenal atau akun yang telah diretas. Pesan tersebut menyamar sebagai undangan resmi, seperti undangan rapat koordinasi, acara dinas, hingga undangan pernikahan dalam format file .APK atau tautan (link) mencurigakan.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Aplikasi tersebut berpotensi mengandung malware yang dapat mencuri kontak, mengambil alih akun WhatsApp, hingga mengakses SMS dan kode OTP perbankan,” tulis pernyataan resmi Diskominfo.

Untuk menghindari kerugian, masyarakat dan ASN diminta mengenali ciri-ciri berikut:

Format File Mencurigakan: Menggunakan format .APK yang dikirim langsung via WhatsApp.

Narasi Formal: Menggunakan nama acara yang terlihat resmi untuk memancing rasa penasaran.

Izin Akses Berlebihan: Saat diinstal, aplikasi meminta izin akses ke kontak, SMS, dan penyimpanan yang tidak wajar.

Diskominfo Kotamobagu menekankan tindakan segera jika seseorang tanpa sengaja telah mengeklik atau menginstal file tersebut:

Hapus Segera: Uninstal aplikasi mencurigakan dari perangkat.

Keamanan Akun: Segera ganti kata sandi (password) akun penting dan pindai perangkat menggunakan antivirus.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Laporkan: Segera koordinasikan dengan tim IT atau Admin Jaringan instansi setempat untuk mitigasi risiko lebih lanjut.

Pemerintah Kotamobagu menegaskan bahwa keamanan informasi adalah tanggung jawab bersama. Seluruh ASN diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada dan tidak meneruskan pesan tersebut kepada pihak lain agar rantai penyebaran malware terputus.

Pos terkait