Kinalang.news, Kotamobagu – Dalam mengantisipasi kelangkaan Cabang Bulog Bolaang Mongondo (Bolmong) mangajukan permintaan stok pasokan beras sebanyak 1.500 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperkirakan tersedia hingga awal 2026.
Sebagaimana diutarakan Pimpinan Cabang Bulog Bolmong, Ismail Azis, STP, bahwa pihak Bulog terus melakukan anilisis terhadap pasokan cadangan beras, ditengah meningkatnya permintaan.
Inflasi pangan memicu peningkatan permintaan. Sehingga menurut Azis, ketersediaan CBP di Gudang Bulog sampai saat ini menyisahkan 220 ton. Namun, dalam proses distribusi sebanyak 500 ton.
Selain itu, Azis menyatakan telah mengajukan kembali 1.500 ton pengiriman dari Bitung untuk penguatan CBP.
“Perputaran beras di Bulog lancar, keluar masuk secara rutin. Tidak ada istilah jatah, karena prinsipnya semua wilayah terhubung secara nasional. Jika stok di sini berkurang, maka akan disuplai dari daerah sentra produksi seperti Sulawesi Selatan atau Jawa Timur,” jelas Ismail.
Ketersediaan beras lokal agak mempengaruhi CBP. Akan tetapi, melalui koneksi Jaringan Cabang Bulog, mempermudah kebutuhan stok gudang.
Permintaan domestik CBP ini kata Azis disebabkan kelangkaan beras lokal yang juga sempat mengalami kenaikan harga. Dengan demikian pihak Bulog berupaya menjaga keseimbangan harga.
“Pemerintah ingin petani tidak rugi, tetapi juga menjaga agar harga beras di masyarakat tidak terlalu tinggi,” katanya.
Sehingga itu, adanya program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) sangat membantu ketersediaan CBP, serta cadangan beras lokal yang tercatat lebih dari 3 juta ton, Bulog optimis stok pangan di Bolmong Raya tetap aman tanpa kendala.
“Intinya, kita selalu melakukan analisa terhadap besarnya permintaan dan juga ketersediaan bahkan intervensi harga. Bulog memberikan batas maksimal 2 ton per minggu dengan harga Rp11 ribu per kilogram, dan pembayaran langsung dilakukan melalui transfer ke rekening Bulog,” terangnya.







