BPKPD Boltim Pacu Progres Serapan PAD 2022

KinalangNews, BOLTIM – Serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memasuki tahapan pelaksanaan pengelolaan keuangan triwulan dua baru dikisaran 50 persen.

Wajar saja dalam setahun Pengelolaan APBD masuk pertengahan 2022 ini, evaluasi  pendapatan terhadap realisasi serapan PAD lima bulan terakhir bisa dikatakan minim dari target.

Namun demikian, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boltim menargetkan serapan bisa terealisasi hingga target maksimal.

“Hingga saat ini memang untuk serapan itu masih rendah, kurang lebih diangka 50 persen, kita akan pacu untuk realisasi sesuai terget,” ungkap Wiwik Kurnia, Kepala BPKPD Boltim kepada KinalangNews, belum lama ini.

Lanjutnya, ada berbagai kendala dalam realisasi PAD setiap tahun anggaran. Meskipun begitu, Wiwik mengatakan pembenahan harus dilakukan guna menekan capaian PAD.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Memang sering kita menghadapi kendala soal PAD, banyak sumber PAD yang sering terhambat terutama dari Pajak SPPT PBB. Itu juga kami berikan target untuk Desa. Kemudian pendapatan retribusi yang juga menunjang PAD terbesar dalam pengelolaan APBD,” kata Wiwik.

Menurut Wiwik, serapan anggaran harus seimbang antara belanja dan pendapatan. Apa terlebih terkait dengan Pendapatan mengenai pajak dan retribusi.

“Memang ini harus seimbang, justru ini lebih besar belanja dari pada Pendapatan. Namun, dalam hal ini Pemkab sementara menggenjot Perda tentang retribusi, karena ada penyesuaian secara regulasi terhadap retribusi daerah. Yang dianggarkan tahun ini banyak yang tidak sesuai, jadi untuk melakukan pungutan harus ada legalitas jelas,” terangnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Ia berharap untuk tahun 2022 ini, gunap memaksimalkan serapan PAD para penanggungjawab berkewajiban untuk melakukan pelunasan pajak. Dengan begitu kata Wiwik, belanja dan pembangunan daerah yang bersumber dari PAD bisa terealisasi.

“Wajib pajak, wajib retribusi itu segera melunasi kewajiban. Supaya apa yang diharapkan bersama, bisa sangat membantu kita untuk belanja dan untuk pelaksanaan anggaran ke masyarakat. Intinya untuk pembangunan di daerah bersumber dari PAD. Sehingga belanja kegiatan bisa cepat terealisasi,” jelasnya.

Data yang dihimpun KinalangNews, PAD Boltim dari pendapatan pajak, hingga Bulan Mei terakhir, dalam target Rp9.358.185.906,- terealisasi Rp1.406.849.717,- dengan progres 15 persen. Sementara pendapatan retribusi target Rp2.034.384.791,- realisasi Rp1.967.848.791,- progres 4 persen, capaian per triwulan dua.

Penulis/Editor: Ryan Mokodompit
Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Pos terkait