Terapkan Mental Spiritual, Pemkab Boltim Jalankan Program Satu Rumah Dua Santri

KinalangNews, Boltim – Program pembangunan dalam pemerintahan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tak hanya mengedepankan infrastruktur.

Disisi lain, pembangunan mental spiritual terhadap anak mengedepankan tataran program Pemerintah terhadap masyarakat di Kabupaten Boltim.

Program demikian meliputi satu dari berbagai program Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, lewat visi dan misi satu Desa dua Santri.

Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M Si. Bupati Boltim.
Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M Si. Bupati Boltim.

Jalanya program tersebut berangkat dari bentuk Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII, Buya pada 2 Maret 2022 lalu.

“Saya minta kepada para kepala desa untuk terus mensosialisasikan program ini. Namun, karena keterbatasan anggaran, tahun ini setiap desa baru bisa mengirimkan 1 orang anak yang akan menjadi santri di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Buyat,” ungkap Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, Selasa (31/05/2022).

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Dirinya menerangkan, setiap santri yang akan mondok di pesantren, biayanya sudah ditanggung oleh Pemkab Boltim.

“Silakan saja langsung melapor ke pemerintah desa masing-masing, nantinya pemerintah desa yang memiliki kewenangan memilih perwakilan yang akan dikirimkan menjadi santri di Pondok Pesantren. Yang paling utama adalah memiliki surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh pemerintah desa masing-masing,” terang Bupati.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat Kyai Abdurrahman Modeong mengatakan, pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pada pekan lalu.

“Pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pekan lalu, nantinya para santri disini akan mengikuti pendidikan formal di Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA,” ujar Kyai Abdurrahman.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Dirinya melanjutkan, para santri di Pondok Pesantren ini juga nantinya akan diajarkan berbagai pengetahuan dan pendalaman tentang agama islam.

“Keunggulan Pondok Pesantren ( kita adalah pembelajaran Kitab Kuning atau kitab yang dituliskan oleh ulama Salaf dari generasi Tabi’in yang saat ini dipelajari di pondok-pondok pesantren besar di Pulau Jawa. Kemudian bidang Tauhid yang merujuk ke imam Al Asy’ari dan Taturidi, bidang Fiqih (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam hambali), bidang Tasawuf (Imam Al Gozali dan lain-lain). Untuk para tenaga pengajar (ustadz) disini juga keluaran dari Ponpes Miftahul Khoir Tasikmalaya, Pesantren Riyadul Solihin Ciamis,” papar Kyai Abdurrahman.

Penulis/Editor: Ryan/Redaksi
Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Pos terkait