KinalangNews, Manado – Anggota Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Yusra Alhabsy, sukses merampungkan kegiatan reses di sejumlah Desa di wilayah dapilnya Bolaang Mongondow Raya (BMR) dengan menampung berbagai aspirasi.
Menariknya berbagai aspirasi yang ditampung, genit mempertanyakan program pertanian sejauh 2021 oleh masyarakat petani. Lewat konfirmasi KinalangNews, Yusra menyatakan ajakan nya ke seluruh petani untuk melawan mafia pertanian.
Pasalnya menurut Yusra, program pertanian hampir di semua Desa menjadi pertanyaan mengenai bantuan benih atau bibit jagung yang hanya diterima separuh kelompok.
“Yah hampir semua Desa yang saya kunjungi di Bolmong, menyampaikan keluhan yang sama. Bahwa tahun 2021, petani sampai hari ini, belum menerima bantuan benih jagung. Jika ada Desa yang sudah menerima, jumlahnya tidak lebih dari separuh kelompok tani,” ungkapnya.
Tak hanya itu kata Yusra, aspirasi tersebut menyentuh nasib para puluhan ribu petani di BMR. Sehingga itu, ia segera menghubungi pihak Pertanian Provinsi.
“Mengingat karena aspirasi ini sifatnya mendesak dan berkaitan dengan nasib puluhan ribu petani maka saya langsung menghubungi Kadis pertanian provinsi,” ujarnya.
“Penjelasan dari kadis pertanian bahwa pembiayaan pengadaan benih jagung masih dibebankan pada APBN atau Kementarian Pertanian dan akibat refocusing anggaran untuk penangan Covid maka terjadi pengurangan 50% untuk pengadaan bantuan benih jagung,” sambungnya.
Lanjutnya, berkaitan dengan informasi yang diterima, Ia berkesimpulan dengan dugaan ada pihak yang memanfaatkan keuntungan dari bantuan benih jagung.
“Jika dilihat dari dua pihak yg memberikan keterangan (Masyarakat dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi) kepada saya maka, kesimpulan saya sementara patut diduga ada pihak yang mengambil manfaat dari kelangkaan benih jagung tahun ini. Ayo kita lawan mafia pertanian,” tutupnya.
Penulis/Editor: Ryan/Editor







