Nuangan – Penanganan dan pencegahan stunting oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Idumun, Kecamatan Nuangan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam upaya memaksimalkan program prioritas skala nasional bisa dikatakan berhasil.

Pasalnya, Pemdes Idumun mencatat sedikitnya tiga kasus sunting turun di Tahun 2024, dari lima kasus data terakhir di Tahun 2023. Meskipun demikian, pencegahan serta penanganan stunting terus dikampanyekan dalam kegiatan rembuk stunting bersama pendamping Kemendes-PDTT.
Baru – baru ini, Pemdes Idumun menggelar rembuk stunting yang melibatkan para kader pembangunan manusia dan kader posiandu di Kantor Desa Idumun, Jumat (19/07/24).

Kepala Desa atau Sangadi Seni Mamonto melalui Sekdes Yusparwin Modeong mengatakan, penanganan sunting di Desa Idumun selaras dengan harapan Pemerintah Pusat. Langkah tersebut terus menjadi prioritas lewat kegiatan posiandu.
“Tahun 2025 diharapkan masalah stunting sudah teratasi dan tidak ada lagi kasus yang menyusul. Data tahun ini ada dua kasus yang ditangani dari lima kasus pada tahun 2023,” harapnya.

Ia menambahkan, berbagai program terutama ketersediaan suplemen gizi terhadap anak teru dianggarkan setiap tahun nya. “Sasaran kami anak usia nol sampai lima hingga sembilan bulan, untuk peningkatan gizi berat badan dan tinggi badan anak,” ungkapanya.
Menurut Yusparwin, Sangadi dalam setiap agenda rembuk sunting adalah kegiatan penting yang ditargetkan Kementrian. “Rembuk stunting adalah prioritas dana desa di laksanakan untuk penyusunan RKPdes Tahun anggaran 2025. Sehingga semua usulan akan di rembuk mana usulan yang sangat prioritas untuk tahun 2025,” katanya.
Adv/InfotorialDesa







