Rapat Kerja Bupati Bersama Seluruh Guru Warnai Momentum HGN

KinalangNews, BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si melangsungkan rapat kerja dengan seluruh Guru di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) usai pelaksanaan upacara peringatan HGN dan HUT PGRI, Jumat (25/11/22).

Rapat kerja itu digelar sdi Lantai Satu Kantor Bupati. Pada kesempatan itu, Bupati Sachrul mengungkapkan bahwa guru adalah rahim bangsa Indonesia.

“Banyak Guru yang telah melahirkan orang-orang cerdas, orang hebat yang bakal memimpin Indonesia, termasuk memimpin daerah kita ini,” ujar Sachrul.

Bupati Sachrul juga menyampaikan tentang pendapatnya mengenai kalimat merdeka belajar, merdeka mengajar.

“Menurut saya pribadi, hanya sebuah khayalan semata pemerintah terutama kementerian (Kemendikbudristek), karena secara fakta bahwa sebenarnya guru-guru itu tidak merdeka,” ucap Sachrul.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Bagaimana bisa dikatakan merdeka, masih ada banyak Guru yang mencari uang bensin untuk datang ke sekolah. Harusnya kalau ingin Pendidikan kita merdeka, kita harus memerdekakan guru terlebih dahulu,” ungkap Sachrul.

Mantan Jurnalis itu pun berkata bahwa dirinya bicara sebagai kapasitas seorang Pemerintah, Pemerintah yang kemudian belum bisa berbuat banyak karena kebijakan pemerintah pusat kepada Pemerintah daerah itu sangat terbatas.

Bupati Sachrul pun menjelaskan bahwa saat ini ada 20 persen anggaran yang diberikan untuk para Guru dari total APBD.

“Tapi, Itu masih terlalu kecil untuk menjamin sebuah kata merdeka bagi Guru. Di Negara lain Guru itu dimakmurkan, disejahterakan tapi di Indonesia masih banyak Guru yang menderita, masih banyak Guru yang hidup bahkan dibawah garis kemiskinan, tapi dia rela membaktikan hidupnya, rela membaktikan keseharian nya, dia meninggalkan anaknya di rumah dan bahkan beli pulsa pun tidak mampu justru dia datang ke sekolah mengajar anak-anak orang yang mampu, itulah mulianya seorang Guru,” tuturnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Bupati juga berharap agar mudah-mudahan Menteri Pendidikan mendengarkan pidato saya ini, bahwa sebenarnya guru-guru di Indonesia itu tidak merdeka. 1,5 juta sangat tidak manusiawi diberikan untuk satu bulan untuk seorang guru.

Penulis/Editor : Ryan/Redaksi

Pos terkait