Progres Penanganan Aset di Boltim Dua Tahun Belakangan Terdata Mengalami Penurunan Nilai

KinalangNews, BOLTIM – Langkah penatausahaan terhadap aset sejak dua tahun belakangan ini mengalami perubahan signifikan. Terdata penghapusan aset menghasilkan penurun nilai aset tetap lewat upaya penjualan dalam bentuk lelang dan pemusnahan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Persoalan aset menjadi acuan atau tolak ukur pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pengelolaan keuangan daerah setiap tahun anggaran.

Sehingga nya, pembenahan administrasi atau penertiban aset sangat perlu direalisasikan. Jika total keseluruhan nila aset sebanyak Rp24.340.923.546,- dibagi pada tahun 2019 setelah penghapusan, terdata ada di angka Rp17.469.972.142,- dan Rp6.447.830.486,- pada tahun 2021 lalu, setidaknya Pemkab Boltim mampu menghasilkan progres baik dalam penanganan aset.

Hal demikian sebagaimana penuturan Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boltim Ridel Ambarak. Kepada KinalangNews, Ridel menjelaskan capaian tersebut ditempuh pada dua tahun pemusnahan sekaligus penghapusan aset yang sudah lewat masa manfaat.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

“Terakhir itu di 2021 dan sebelumnya tahun 2019. Setelah penghapusan dan perhitungan nilai aset, itu memang ada penurunan nilai, sesuai data yang ada pada kami. Ada perubahan signifikan sehingga bisa  meminimalisir penumpukan aset tetap atau aset secara keseluruhan,” jelasnya.

Upaya ini tambah Ridel, melalui berbagai tahapan, baik dalam hal identifikasi keberadaan aset dan penelusuran keberadaan nya, lokasi maupun kepemilikan. Hal ini tentu karna ada kerjasama yang baik, sehingga mempermudah penelusuran aset.

“Memang masih banyak saat ini pembenahan aset yang harus dilakukan dan ini akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah,red) apa terlebih masuk dalam catatan LHP untuk ditertibkan lagi. Sehingga itu tindak lanjut akan segera mungkin dilakukan. Hasil dua tahun terakhir dari nilai aset tahun 2019 dan 2021 se kurang – kurangnya ada,” tuturnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Nilai aset tak hanya pada pemusnahan saja. Ridel menyatakan tahun belakangan selain penertiban ada juga tahapan pada proses lelang mengenai aset yang masih layak manfaat, “Terutama aset peralatan dan mesin, itu pada tahun 2019 kita lakukan lelang dan tentu dari proses lelang itu ada hasil yang menjadi PAD di Daerah, pelunasan barang lelang di setor ke KPKNL dan ditransfer lagi ke RKUD,” terangnya.

Namun, ia menerangkan nilai aset yang diakumulasikan pada tahun 2019 diangka Rp17.469.972.142,- sudah termasuk pendapatan dari hasil lelang.

“Harga aset yang diperoleh dari nilai aset itu sudah berbeda dengan harga lelang, dalam artian kita menyesuaikan dengan kondisi barang yang disertakan pada lelang. Namun, kalau dihitung nilai aset keseluruhan memang diangka 17 miliar rupiah pada 2019 lalu. Namun, untuk berapa besar PAD saat lelang datanya ada di Bidang Pendapatan,” terang Ridel.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Lanjutnya, jika dilakukan penghapusan aset untuk tahun 2022 ini, akan lebih ditekankan lagi nilai aset tetap berbanding rendah dari tahun sebelumnya.

“Kalau memang untuk tahun ini ada penghapusan kita tinggal melihat berapa besar nilai aset nya, dengan terget pengurangan nilai aset dari tahun sebelumnya. Akan tetapi kalau ada pelaksanaan lelang itu hitungan harga terhadap PAD akan berbeda lagi. Intinya, penanganan aset di Boltim bisa terkendali secara maksimal,” tutupnya.

Penulis/Editor: Ryan Mokodompit

Pos terkait