KinalangNews, Nuangan – Program penetapan tapal batas di wilayah kepolisian Kecamatan Nuangan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bagi setiap desa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lewat Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) tak lagi tuntas.
Kegiatan yang terlaksana selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis (29/07) siang tadi berlangsung alot dan belum ada penetapan hasil muayawarah atas kesepakatan tapal batas tersebut.
Dari pantauan KinalangNews musyawarah yang terselenggarakan di Kantor Kecamatan Nuangan dan dihadiri oleh sejumlah Kepala Desa atau Sangadi se-Kecamatan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berakhir panas.
Masing – masing Sangadi ngotot mempertahankan wilayah berdasarkan sejarah pada pemekaran terbentuknya sejumlah Desa hingga akhirnya musyawarah berakhir tanpa penetapan.
Menurut Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Nuangan, Hapit Kadengkang, SE sebagai pihak fasilitator mengungkapkan musyawarah tidak seharusnya ada ego dari masing – masing Desa.
“Harusnya pada musyawarah ini ada solusi, tidak harus terjadi perdebatan. Terkait argumentasi beberapa sangadi itu bisa mendapat titik terang,” ungkap Hapit.
Ia menambahkan, terkait tapal batas ini harus di percepat sebagaimana hasil dari musyawarah tapal batas akan dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) setiap desa.
“Kami hanya memfasiltasi kegiatan dari tim Kabupaten (Tapem), tujuanya untuk mempercepat prodak hukum yang akan di tuangkan dalam Perbup masing-masing Desa,” jelasnya.
Lanjut Hapit, kita menunggu hingga hari senin nanti apakah akan ada solusi untuk ditetapkanya tapal batas setiap Desa di Nuangan. Sebab, hanya sebagian saja yang belum rampung.
“Jika masih ada yang ngotot dengan prinsip dan ego wilayah, nantinya akan di ambil ahli oleh tim Kabupaten untuk ditetapkan sesuai ketentuannya. Hanya beberapa Desa yang masih ego mempertahankan wilayah, untuk lainya sudah ada kesepahaman. Semua tertuang dalam berita acara agar tidak ada saling menyalahkan setelah termuat di Perbup,” tutup Hapit lebih jelas.
Penulis/Editor: Ryan Mokodompit







