KinalangNews, BOLTIM – Dengan berbagai upaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus memfasilitasi keterbatasan pendidikan terutama putus sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Hal itu dilakukan lewat identifikasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terhadap masyarakat Boltim secara pendataan di setiap Desa.
Pendataan tersebut bertujuan untuk paket kesetaraan baik paket A, B dan C. Demikian disampaikan Kepala Dinas Yusri Damopolii, setelah pihaknya mengantongi data setelah dua pekan.
“Sejauh ini sudah terdapat 1647 lebih orang yang tercatat dalam usia putus sekolah setara paket A, paket B, dan paket C sebagai siswa program kesetaraan di SPNF SKB,” ujarnya.
Dikbud Boltim sendiri melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk langkah identifikasi siswa putus sekolah yang layak diusia pekerja. Sebagaimana secara terpisah dijelaskan Hariyanto Mamonto, Kepala Bidang PNF Dikbud Boltim.
“Ijasah ini penting untuk lapangan kerja, ataupun tuntutan kebutuhan. Makanya Kita menggandeng para Sangadi untuk pendataan di setiap desa,” jelas Hariyanto, Rabu (14/09/2022).
Selain tahap pendataan, pihak Dikbud tengah mempersiapkan jadwal penginputan data Dapodik terhadap peserta paket kesetaraan, “Untuk wilayah pesisir di SKB Tutuyan, Wilayah Pengunungan di SKB Modayag,” jelasnya.
Melalui program tersebut, diyakini mampu menekan angka putus sekolah di Boltim. Berdasarkan datanya, angka putus sekolah mengalami penurunan di tahun 2022.
“Data angka putus sekolah Tahun 2021 sebanyak 0,03 persen, sementara di tahun 2022 menurun 0.01 persen. Nah ini ada penurunan angka putus sekolah melalui program penyetaraan. Sehingga, program ini tentu sangat memberi kontribusi dari aspek peningkatan rata-rata lama sekolah, maka setiap tahun kita lakukan pendataan,” beber Mamonto.
Penulis/Editor Ryan/Redaksi







