Kinalang.news, Nuangan – Fokus Pemerintah Desa (Pemdes) Loyow, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam memaksimalkan administrasi pemerintahan mengenai pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) berbasis Sustainable Development Goal’s (SDGs) masuk sasaran program unggulan.
Pelaksanaan sosialisasi sekaligus pelatihan mendasari tujuan Pemdes Loyow menggelar kegiatan yang tentunya memberikan pemahaman tentang SDGs dan tata cara pengisian form pendataan oleh setiap relawan saat melakukan pendataan di lapangan.

“Tanggal 30 Maret kemarin kami telah membetuk Pokja, pembinanya saya, pak Sekdes sebagai Ketua, Kaur Perencanaan sebagai Sekertaris dan sisanya para ketua RT, Kadus, Kader KPPBD, Posyandu, guru Paud dan masyarakat sebagai anggota,” urai Tarji B. Mokoagow,” ujar Tarji B, Mokoagow, Kepala Desa atau Sangadi Loyow.
Pelatihan dan sosialisasi berangkat dari terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Pemutakhiran data IDM sebagai mana yang diatur Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 21 Tahun 2020 diantaranya Kepala Desa, Sekertaris Desa, KAUR Perencanaan Desa, Kepala Dusun, Ketua Rukun Tetangga, Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu, Guru PAUD serta unsur masyarakat.
“Dalam rangka mensukseskan pendataan IDM berbasis SDGs tahun 2021, kami Pemerintah Desa berharap agar seluruh masyarakat desa diwilayahnya dapat bersinergi dengan baik, menerima tim relawan pendataan di rumah masing-masing serta memberikan data yang akurat dan benar. Dapat bekerja sama, terutama dalam memberi informasi, agar data IDM desa Loyow yang diperoleh sesuai fakta yang ada, bukan data karangan,” harap Tarji.

Lanjutnya, menyusul diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Pokja pada 31 Mei 2021 mendatang, ia juga menghimbau agar seluruh yang terlibat dalam pemutakhiran data IDM tersebut berlangsung sebagaimana tanggung jawab dan profesionalitas.
“Sebab, hasil dari IDM berbasis SDGs akan menentukan apakah desa masuk dalam kategori mandiri, berkembang atau tertinggal. Sehingga diutamakan profesional dan kedisiplinan melakukan pemutakhiran data,” imbuhnya.
Sementara, Koordinator Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Boltim, Syachrir Pasambuna, saat memberikan sosialisasi dan pelatihan mengatakan bahwa SDGs merupakan penyempurnaan data IDM desa secara detil.
Terdapat 676 pertanyaan berada pada 4 jenis kuesioner guna mengumpulkan data dan informasi terperinci. Masing-masing dari kuesioner, yaitu kuesioner individu, rumah tangga, rukun tetangga dan kuesioner desa, akan di isi oleh relawan pendata.
“Beberapa tahun lalu masih menggunakan IDM. Nah, beda antara IDM dan SDGs ini terkait pengumpulan data secara aktual di desa. Dengan kata lain konsepsi SDGs, tidak ada satu orang pun diabaikan dalam pengumpulan data,” kata Syachrir, kepada media usai sosialisasi dan pelatihan.
Selanjutnya sambung Syachrir, hasil pemutakhiran data akan dimasukkan secara online melalui aplikasi, sehingga rangkumannya akan terlihat pada Sistim Informasi Desa (SID) Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
“Seluruh data di input ke dalam aplikasi, agar bisa dilihat semua wilayah. Untuk kecamatan Nuangan, Desa Loyow yang pertama melaksanakan sosialisasi dan pelatihan,” jelasnya.
(Ryan)







