KinalangNews, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tak henti – hentinya memperhatikan persoalan di masyarakat. terutama masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) upaya perlindungan perempuan dan anak terus digaungkan Pemerintah lewat Kampanye Anti Kekerasan.

Bupati Sam Sachrul Mamonto, S.Sos,.M.Si, yang diwakili Sekda Boltim Ir. Sonny Warokka membenarkan saat ini Kabupaten (Pemkab) Boltim mengalami peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pemerintah menyadari tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tecatat berjumlah 84 Kasus, terhadap perempuan sebanyak 16 dan 67 Kasus dialami anak.
“Kegiatan ini harus dilaksanakan. Melihat kondisi yang terjadi di masyarakat kita, seperti yang kita lihat sendiri dimana pun, begitu banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini sejak Januari tren nya meningkat, Boltim terbanyak kasus kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak. Saya berharap dipenghujung tahun ini, terjadi penurunan kasus,” ungkap Warokka mewakili Bupati.

Hal itu kata Warokka bertambah setiap bulan nya. Ia menjelaskan dari awal tahun yang jumlah belum terlalu banyak selalu bertambah. Namun upaya kampanye yang dilakukan Pemerintah lebih banyak kasus yang sering ditutupi terungkap.
“Awal tahun itu jumlahnya baru berapa dan setiap bulan bertambah. Dan posisi baru ini, jumlah kasus perempuan dan anak berapa? 84 kasus yang dilaporkan sampai kemarin, bulan kemarin 73 kasus, ini sudah meningkat,” jelasnya.
“Memang sekarang banyak laporan, karna dulunya ditutupi tidak berani dilaporkan, apalagi berkaitan dengan orang terdekat. Sehingga banyak ditutupi, sekarang dengan kampanye dilakukan makin terbuka kasus seperti ini. Ada fenomena serupa, yang dilaporkan sedikit, yang tidak banyak. Ada Undang – undang yang melindungi kita semua, Undang – undang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini dua perangkat hukum yang melindungi kita untuk melaporkan yang terjadi,” terang Warokka.
Ia menyarankan agar kekerasan terhadap anak jangan sampai terjadi dan terulang di Kabupaten Boltim. Baik kekerasan fisik maupun secara verbal, terutama terjadi Bullying seperti di Sekolah.
“Sudah banyak peristiwa bullying yang berdampak buruk terjadi di Sekolah. Apalagi kalau mengalami kekerasan, banyak anak usia sekolah 13-17 tahun terlibat dalam kasus kekerasan. Saya harus sampaikan disini karna banyak Adik – adik, hari ini kita melaunching sekaligus kampanye. Tugas kalian memang berat. Melalui kalian, sebagai duta harus bersosialisasi menjaga kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya.
Dengan itu ia mengingatkan agar sebagai pelajar harus rajin belajar dan utamakan hal positif dan bercita – cita lebih baik kedepan dengan kesiapan diri dari sekarang.
“Saya perlu ingatkan, adik – adik sekalian kalian bisa jadi pemimpin, jangan berfikir masih panjang, waktunya dari sekarang, kapan pun waktunya walaupun 25 tahun kedepan, tentu kesiapan nya dari sekarang. Rajin belajar jangan saling membully, mari diisi waktu yang berproses dengan yang baik, manfaatkan setiap waktu yang dengan hal – hal yang baik,” tutur Warokka.
“Saya berharap adik – adik sekalian bisa menjadi duta, maka kasus kekerasan semakin berkurang. Ini akan jadi tugas bersama, kalian adalah anak – anak yang terpilih dan perlu menjadi kebanggaan dan tugas kalian mensosialisasikan tentang hal yang memicu terjadinya kekerasan. Baik penampilan maupun sikap jangan merusak diri generasi kalian dengan narkoba, semua itu hindari,” tutupnya menyampaikan pesan Bupati.
Penulis/Editor: Ryan Mokodompit







