Jaga Seimbang Gula Darah Saat Ibadah Puasa

Kinalang.news – Gula menjadi kebutuhan dasar tubuh manusia pada umumnya. Dalam melakukan aktivitas sehari –hari, gula merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, terutama untuk otak dan sistem saraf.

Namun, kelebihan gula darah menjadi ancaman bagi penderita penyakit diabetes, sehingga kadar gula dalam darah perlu dijaga keseimbangan nya.

Bagaimana jika saat sedang menjalankan Ibadah Puasa?

Berpuasa dapat menurunkan kadar gula darah. Meskipun tidak menyembuhkan penyakit diabetes, menjalankan Ibadah Puasa sangat membantu para penderita diabetes.

Pada dasarnya kebutuhan gula manusia adalah 50 gram atau 4 sendok makan perhari. Kelebihan dan kekurangan gula dalam tubuh sama bahayanya terhadap kondisi kesehatan.

Perbedaan Gula Darah Normal dan Saat Berpuasa

Kadar gula darah saat berpuasa lebih rendah dari pada sebaliknya tidak berpuasa, terlebih puasa di Bulan Ramadhan. Sehingga itu, menjaga keseimbangan gula darah membuat kondisi tubuh tetap sehat dan terjaga.

Tinggi atau rendahnya kadar gula darah dapat terindikasi masalah kesehatan. Seperti diabetes atau hipoglikemia dan hipergilkemia.

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah (glukosa) turun di bawah batas normal, yaitu di bawah 70 mg/dL, dan seringkali dialami oleh penderita diabetes. Sementara hiperglikemia kelebihan kadar gula darah berisiko berbagai penyakit seperti Jantung, Stroke dan Diabetes. Selain itu menyebabkan obesitas, karies gigi dan penumpukan lemak hati.

Rincian Medis Kadar Gula Darah (Glukosa):

  • Puasa (sebelum makan): 70-100 mg/dL
  • 2 jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Sewaktu (tanpa mempedulikan waktu makan): kurang dari 200 mg/dL
  • HbA1c (rata-rata kadar gula darah dalam 2-3 bulan terakhir): kurang dari 5,7%
  • Kadar gula darah yang dianggap tinggi (Hiperglikemia):
  • Gula darah puasa: 126 mg/dL atau lebih
  • Gula darah sewaktu: 200 mg/dL atau lebih
  • HbA1c: 6,5% atau lebih

Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Hipoglikemia posisi gula darah rendah kurang dari 70 mg/dL. pentingnya memantau kadar gula darah untuk mencegah terjadinya komplikasi serius seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan kebutaan.

Gejala hipoglikemia bisa bervariasi, dan dapat meliputi rasa lapar yang hebat, gemetar, berkeringat, pusing, pandangan kabur, kesulitan berkonsentrasi, dan bahkan kejang atau pingsan jika tidak segera ditangani.

Berbeda dengan hiperglikemia. Hiperglikemia adalah gula darah tinggi lebih dari batas normal 125 mg/dL. Penderita ini  biasanya ditangani dokter di Rumah Sakit yang disebabkan oleh karena kekurangan atau tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik yang berisiko terjadinya komplikasi.

Komplikasi hiperglikemia bisa menyebabkan kebutaan, stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, kerusakan saraf, terutama di kaki.

Mendeteksi diabetes secara dini dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah dapat pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat dimulai lebih cepat.

Bagi penderita diabetes, pemeriksaan kadar gula darah secara teratur penting untuk memantau efektivitas pengobatan dan menyesuaikan dosis obat jika diperlukan.

Jaga Kadar Gula Darah Normal

Konsumsi makanan sehat, mengganti gula, batasi asupan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh. Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan serat. Saat berpuasa Buah Kurma dan banyak konsumsi akan lebih baik untuk perut dan kadar gula.

Aktivitas Fisik

Rutinitas olahraga di Bulan Ramadhan juga membuat badan bugar dan sehat, asal tidak berlebihan. Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan menurunkan kadar gula darah.

Konsultasi dokter

Jika memiliki riwayat keluarga diabetes atau memiliki faktor risiko lain, konsultasi-kan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur.

Penulis/Editor: Redaksi

Pos terkait