KinalangNews, BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto,S.Sos,M.Si bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menghadiri Mooat Horti & culture Fest (MHF) tahun 2022 di Lapangan Guaan, Sabtu (09/10/2022).
Merupakan visi dan misi Bidang Pariwisata, Bupati mewajibkan kebudayaan menjadi program rutin tahunan sebagai bagian penting dalam mewujudkan program pariwisata di Timur Totabuan.

Menurut Bupati, Boltim memiliki beragam suku dan budaya yang menggambarkan kekayaan yang dimiliki. Mooat sendiri kata dia adalah small heaven atau surga kecil yang dimiliki dari hasil pertanian Hortikultura nya.
“Berada di panggung Mooat Horticulture dan Fest tahun 2022, dengan mengenakan pakaian Adat Minahasa merupakan satu kebanggaan bagi saya,” ungkapnya.
“Festival ini, merupakan yang pertama kali digelar setelah dilaksanakannya Festival Kebudayaan Jawa dan Mongondow. Kali ini digelar Festival Minahasa oleh Pemerintah Kecamatan yang bekerjasama dengan Panitia yang didalamnya adalah Kepala Desa,” sambung Bupati saat memberikan sambutan.

Sebelumnya Bupati pada beberapa Festival Kebudayaan mengajak semua masyarakat yang berasal dari suku berbeda agar membuat acara festival kebudayaan bahkan menerapkan kebudayaan setiap suku di Kabupaten Boltim.
“Budaya ini menjadi alat perekat sebuah bangsa yang kemudian akhirnya dipatenkan dengan simbol Garuda yang menghasilkan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu dan itulah yang mempersatukan kita lewat acara ini,” jelas Bupati.
Melalui acara MHF, Bupati menyentil kilas balik sejarah singkat 50 Tahun masuknya Suku Minahasa ke Bolaang Mongondow dan resmi menjadi masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berdarah Minahasa setelah pemekaran.
“Indonesia itu terdiri dari 7508 kepulauan sampai pulau kecil yang tersebar diseluruh daratan dan dihuni 360 suku dan bahasa termasuk Minahasa. Betapa beragam nya Indonesia, dan hari ini kita mendengar sebuah keindahan, keragaman di Boltim, Pemerintah Kecamatan dan Desa serta seluruh yang terlibat bersama – sama dalam acara Horti & Culture yang berarti Horti adalah kekayaan atau hasil bumi yang melimpah dan culture adalah budaya yang diwariskan leluhur, ini sangat luarbiasa,” tuturnya.

Mengutip pepatah yang dituangkan dalam acara tersebut, Bupati mengartikan itu sebuah pesan begitu kuat dan bijak sebagai ajakan untuk membangun daerah.
“Ada pepatah Minahasa yang tertera disini mahesa-esaan, maleo-leosan, mangenang- ngenang, malinga-linga, masawang-sawangan, motombo-tombo yang artinya saling bersatu, Seiya – sekata, saling mengasihi dan menyayangi, saling mengingat, saling mendengar, saling menolong, saling menopang, sebuah pepatah yang begitu kuat, begitu bijak yang mengajak kita untuk bersatu, bahu membahu membangun daerah ini,” kutip Bupati menambahkan.

“Kita bisa mencium surga dari sini, ini tidak berlebihan, tuhan mengaruniakan tempat begitu indah, rakyat yang begitu makmur, diberikan kelebihan ketampanan dan kecantikan, suku Minahasa tidak bisa kita pungkiri. “Is small Heaven” untuk Kecamatan Mooat,” sebut Bupati.
“Ini harus dijaga dan dilestarikan terutama kebersamaan. Saya ingin menitipkan pesan kepada masyarakat Mooat, bahwa persatuan itu harus diatas segala-gala nya, kepentingan boleh berbeda, tapi ada satu yang harus kita rawat dan kita jaga membangun daerah kita lebih maju dan lebih baik untuk ditinggalkan ke anak – anak kita,” imbuhnya.
Penulis/Editor: Ryan Mokodompit







