KinalangNews, BOLTIM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mewajibkan penerapan Kebudayaan Desa dalam ketentuan produk hukum melalui Peraturan Desa (Perdes) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Hal ini berangkat dari rencana Desa Buyat Dua menuangkan nilai kebudayaan lewat Perdes Pemerintah Desa setempat, yang diantaranya mewajibkan pakaian adat dan tarian tradisional serta kebudayaan lainya.
Demikian dikatakan Kepala Dinas PMD Boltim, Hendra Tangel kepada KinalangNews beberapa waktu lalu. Menurut Hendra, inovasi tersebut sebagai implementasi hasil studi tiru Pemerintah Desa di dua Provinsi pada berapa Bulan lalu.
Selain bentuk penerapan hasil studi tiru, Hendra pun menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung wacana tersebut mengingat apa yang saat ini diterapkan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam keputusan Bupati melestarikan Budaya Daerah.
“Kami mewajibkan agar Desa yang mengikuti studi tiru di Jawa Barat dan Lombok untuk menerapkan apa saja Inovasi yang ditemui pada kegiatan itu sebagai program di Desa,” ungkap Hendra saat disentil tujuan dari studi tiru tersebut.
“Contoh di Desa Buyat Dua itu akan membuat Perdes tentang pakaian adat dan tarian adat. Akan disiasati dan bekerjasama dengan BUMDes (Bada Usaha Milik Desa) untuk penyewaan baju adat. Itu juga bentuk Inovasi, karena memang Perdes tentang Kebudayaan ini akan diterapkan secara menyeluruh dalam rangka mempertahankan kebudayaan,” sambungnya.
Ia menggambarkan, ada sejumlah Desa yang dikunjungi pada studi tiru di Kabupaten Lombok yang masih kuat menganut adat istiadat dalam kebudayaannya. Bahkan, terlihat dari pemukiman nya sendiri.
“Minimal untuk Boltim masih nampak keberagaman budaya. Ini akan mendukung inovasi di Bidang Pariwisata sebagaimana visi – misi Bapak Bupati,” jelasnya.
Ditanya soal berapa banyak Desa di Boltim yang mengimplementasikan inovasi dari studi tiru dimaksud? Hendra menjelaskan ada beberapa Desa yang mulai mencontohkan.
“Beragama inovasi wajib diterapkan. Makanya PMD sudah mendorong lewat studi tiru, tinggal Desa yang menerapkan inovasi apa saja yang dilihat langsung dari kunjungan. Ada sejumlah Desa yang berkeinginan bahkan sudah mulai merencanakan inovasi dari hasil studi tiru, seperti di Desa Liberia terkait Biogas, yang ditemui di Desa Lembang Jawa Barat sudah mulai diterapkan. Pengembangan BUMDes yang bekerjasama dengan market online juga patut di tiru. Itu bisa menghasilkan PAD yang besar, segala bentuk pengolahan lingkungan seperti air bersih dan bang sampah, itu di Desa Sanur. Tinggal bagaimana kita disin memanfaatkan peluang,” terangnya.
Penulis/Editor : Ryan/Redaksi







