Dikbud Boltim Utus Lima Guru Ikut Assessmen Lokakarya Kurikulum Pengolahan dan Pelaporan

KinalangNews, BOLTIM – Dalam rangka pelaksanaan Program Sekolah Penggerak angkatan ke-2 tahun pertama, Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar lokakarya kurikulum pengolahan dan pelaporan hasil assessmen kepada lima sekolah penggerak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kelima sekolah penggerak tersebut antara lain, TK Negeri Pulau Nenas, PAUD Terpadu Totabuan, SD Negeri 1 Liberia, SD Negeri 1 Buyat, dan SMP Negeri 1 Atap Lanut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun aksaranews,com, kegiatan yang dilaksanakan pada, Rabu (19/10/2022) dan bertempat di Hotel Sutan Raja Kotamobagu tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii, S.Pd, MM., dan dihadiri fasilitator/pelatih ahli Beldie Aryona Tombeg, S.T, M.Ars, yang merupakan pendamping lembaga sekolah penggerak angkatan 1 dan 2.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Yusri Damopolii saat membuka kegiatan menyampaikan, bahwa program sekolah penggerak maupun guru penggerak di Boltim memberikan fasilitas tertentu dan dampak positif bagi sekolah maupun guru-guru di Kabupaten Boltim.

“Ini sangat luar biasa istimewa, karena mereka yang lolos dalam program ini berarti mereka memiliki kompetensi yang sangat baik,” ucap Yusri Damopolii dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan.

Dirinya juga menerangkan, pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati Boltim senantiasa mengakomodir semua usaha yang dilakukan oleh guru-guru dari sekolah penggerak dan yang masuk dalam program guru penggerak.

“Makanya beberapa kali saya sampaikan bahwa, setiap ada peluang, harus ditangkap, sebab, upaya dari kami dan Bupati itu juga sekedar impian, tetapi yang memberi ketetapan itu Tuhan,” terangnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Dikatakannya, melalui kegiatan lokakarya program sekolah penggerak ini, guru-guru mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka, menuntun siswa serta mengembangkan bakat dan minat yang dimilikinya.

“Jadi, siswa tidak dituntut harus mengusai semua ilmu pengetahuan, akan tetapi siswa dituntun sesuai dengan potensi yang dimiliki sejak usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai seterusnya. Nah hal-hal seperti itu yang mesti dipahami guru dan kepala sekolah agar tercapai kurikulum ini,” kata Yusri.

Dia pun berharap, guru-guru apalagi yang masuk dalam program guru penggerak, betul-betul menguasai dan paham tentang arah dan kebijakan kurikulum. Karena menurutnya, hal ini berpengaruh terhadap pencapaian optimalisasi pelaksanaan belajar mengajar dalam ruangan.

“Optimalisasi pelaksanaan belajar mengajar dalam ruangan, bisa tercapai ketika seorang guru paham mengenai arah dan kebijakan kurikulum. Kalau tidak, nanti pelaksanaan kurikulum itu, bisa gagal. Ini diharapkan terutama bagi yang sudah mengikuti tahapan pendidikan dan pelatihan, agar betul-betul mampu menyerap sejumlah materi yang diberikan oleh fasilitator,” harapnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Sekedar diketahui, kegiatan lokakarya yang diikuti oleh lima sekolah ini merupakan program sekolah penggerak gelombang ke 2 (dua), sedangkan untuk gelombang 1 (satu) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, diikuti sebanyak 7 sekolah. Adapun proses seleksi program sekolah penggerak ini sepenuhnya dilakukan oleh pihak Kementerian Pendidikan yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Sulut, sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pendidikan.

Penulis/Editor: Ryan/Redaksi

Pos terkait