KinalangNews, Modayag – Petugas kesehatan Puskesmas Modayag, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sempat dihebohkan dengan ambulance rongsokan berpenghuni atau berhantu yang terparkir di halaman gedung Puskesmas.
Beberapa kali, para petugas kesehatan menduga adanya hal yang mengganjal sering terjadi tiap malam di ambulance tersebut. Mereka mengira, ada mahluk halus yang menjadi penunggu ambulance rongsokan dimaksud.
Selang beberapa waktu karena dianggap meresahkan, dengan kekhawatiran para petugas atau Tenaga Kesehatan (Nakes) mengadukan keresahan itu ke Anggota Polsek Modayag yang melakukan Patroli. Alhasil, terciduk ‘Casper’ alias hantu kecil ternyata tiga orang remaja yang sedang melakukan aktivitas menghirup lem bermerk Eha Bond yang menakuti serta meresahkan lingkungan Puskesmas Modayag.
Karena merasa terganggu dengan ulah ketiga remaja sering menganggu Nakes, masyarakat pasien dan pengunjung yang berdatangan, ketiga Pemuda yang masih berstatus Pelajar dan Putus Sekolah lainya dibina di Polsek Modayag.

Hal itu nampak terlihat dari postingan Anggota Kepolisian Polsek Modayag yang juga berdomisili di Kecamatan Modayag lewat akun sosial media Facebook bernama Junaidi Mamonto Prakasa yang juga dibagikan netizen pengguna Facebook dengan nama akun Wanda Haura.
Namu terpisah, Kanit Provos Polsek Modayag AIPTU Junadi Mamonto kepada KinalangNews membenarkan adanya kejadian tersebut, Minggu (31/07/2022).
Ia menceritakan kronologis kejadian sejak Jumat 29 Juli 2022 belum lama ini karena adanya keluhan dari petugas piket Nakes Puskesmas Modayag saat dirinya melakukan patroli menggunakan motor.
“Iya jadi bertepatan malam itu lagi tugas patroli dengan motor, kebetulan Puskesmas tidak jauh dari kantor, pas mengarah ke jalur puskesmas ada para bidan yang mengadu bahwa para remaja dalam kondisi tidak sadar akibat mengkonsumsi Eha Bond dan meresahkan, menganggu SOP (Standar Operasi Pelayanan,red) Puskesmas. Setelah saya kroscek ternyata benar sedang dalam kondisi tidak sadar,” ujar Mamonto.
Setelah itu lanjut Junaidi, ia langsung membawa ketiga pemuda yang satu diantaranya merupakan pelajar untuk dibina agar tidak lagi mengkonsumsi barang yang disalah fungsikan itu.
“Saya langsung bawah ke Polsek untuk dibina. Memang kejadian seperti banyak terjadi di wilayah Modayag. Sehingga itu, saya selaku putra Modayag yang bertugas dan akan pensiun di Modayag membina dengan tegas ketiga pemuda itu. Target saya memberantas persoalan itu, jangan kerusakan generasi karena anak anak yang Modayag dan ini sangat parah. Makanya saya posting agar menjadi warning para kaum generasi muda yang salah dengan gaya hidup,” tutupnya jelas.
Penulis/Editor: Ryan Mokodompit







