Kinalang.news – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Boalaang Mongondow Timur (Boltim) seiring tahun berjalan bisa dikatakan mencapai keberhasilan nya menangani Stunting. Berbagai langkah dan upaya membawa Kabupaten Boltim ke peringkat enam penanganan stunting.
Program Nasional yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat era Presiden Jokowi mulai dicanangkan sejak tahun 2018 yang kemudian berakhir di tahun 2024.

Sehingga, Pemerintah Pusat mulai melaksanakan pengukuran dan intervensi secara serentak, melaksanakan percepatan strategi nasional pencegahan stunting, serta melaksanakan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanganan Stunting. Dengan begitu, Pemerintah Pusat membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S).
Pemda sebagai perpanjangan tangan memacu pelaksanaan dalam berbagai bentuk program sebagai bentuk tindak lanjut percepatan penanganan dan pencegahan stunting sampai ke tingkat Desa.

Langkah dan upaya Pemda Boltim melakukan berbagai koordinasi dalam rembuk stunting, melakukan evaluasi serta menggerakkan instansi kesehatan Dinas terkait, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setiap Kecamatan, hingga pemerintahan di Desa dengan membentuk kader.
Dengan berbagai intervensi, Pemda Boltim berhasil melakukan penanganan kasus stunting setiap tahun nya. Pada agenda program Konvergensi Stunting tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Boltim berada di angka 28,6 persen, berdasarkan data riset kesehatan dasar.

Kemudian turun signifikan tahun 2019 menjadi 7,59 persen dan tahun 2020 data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) prevalensi stunting berada diangka 6,75 persen.

Konvergensi didefinisikan sebagai pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama – sama pada target sasaran wilayah geografis serta rumah tangga prioritas untuk mencegah stunting.

Tahun 2022, Pemda Boltim mengikuti target nasional dalam penurunan stunting diangka 2,75 persen. Hal itu pun menjadi acuan Pemda Boltim memaksimalkan upaya penanganan kasus stunting turun diangka sekitar 4 persen. Sebelumnya melalui program awal konvergensi yang melibatkan lintas sektor Pemda Boltim melakukan analisis situasi program penurunan stunting sebagai proses identifikasi sebaran jumlah stunting, prevalensi stunting, dan presentase jumlah keluarga yang beresiko stunting.

Sementara tahun 2023, Pemda Boltim memaksimalkan percepatan penanganan serta pengendalian dan pencegahan stunting. Pada Juli 2023, Pemda menggelar Rembuk Stunting Aksi 3, sekaligus penandatanganan berita acara komitmen aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintgrasi.

Pada Agustus 2023 TP2S Pemda Boltim melakukan presentasi laporan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Utara (Sulut) terkait upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Boltim tahun anggaran 2022 dan Semester Satu 2023.

Selanjutnya pada September 2023, Pemda memfasilitasi TP2S Provinsi Sulut melakukan safari stunting di Boltim. Safari stunting tersebut dalam rangka evaluasi serta penguatan percepatan penanganan stunting terhadap 1.259 Balita disetiap kegiatan posyandu secara maksimal. Agenda tersebut juga dilakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta bantuan makanan tambahan bagi anak terdampak stunting.

Di tahun 2024 Pemda Boltim mempublikasi data stunting dan hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun. Data tersebut menunjukkan angka 162 balita stunting dengan 25 balita sangat pendek dan 137 balita Pendek pada tahun 2024 turun 51 balita, jika dibandingkan tahun 2023 berjumlah 213 balita stunting.

Determinan jumlah tertinggi adalah keluarga merokok yaitu 129 keluarga balita memiliki kebiasaan merokok kemudian masih ada 78 balita yang belum mempunyai jaminan kesehatan. 9 keluarga balita belum mempunyai akses untuk air bersih kemudian 11 balita juga mengalami cacingan. Ibu balita yang mengalami kekurangan energi kronis pada saat hamil yaitu 32 orang sementara 10 orang balita mempunyai penyakit penyerta.
Pengukuran dan Intervensi serentak juga dilakukan Pemkab Boltim di 8 Puskesmas pada Juni 2024. Dimulai dengan pendataan langsung secara by name by address hingga pemeriksaan anak dan ibu hamil sebagai langkah penanganan terarah dan tepat sasaran.

Atas semua upaya pencegahan dan penanganan stunting, Pemda Boltim mendapatkan peringkat ke-6 dari 15 Kabupaten Kota di Sulut. Penghargaan tersebut diterima atas penilaian TP2S Sulut pada September 2024. Dalam dunia kesehatan, Pemda Boltim pernah mendapat penghargaan transformasi kesehatan terbaik untuk wilayah regional tengah serta penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan.
Advetorial







