KinalangNews, Motongkad – Tinggi nya debit air yang diakibatkan curah hujan deras menyebabkan Tiga Rumah di Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) rusak total hingga hanyut terbawa arus banjir Sungai Lonsiou, Minggu (03/04/2022).
Sebanyak kurang lebih 50 puluh rumah warga yang ada di bantaran Sungai Lonsiu tergenang hampir 2 meter ketinggian air yang meluap ke permukaan jalan.
Berdasarkan data yang dikantongi KinalangNews dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim, ada sekitar delapan rumah yang mengalami kerusakan, tiga diantaranya rusak total bahkan hanyut terseret air.
Akibat dari bencana alam itu, warga yang terdampak banjir mengalami kerugian hingga ratusan juta. Beruntung tak ada korban jiwa, namun banyak kerusakan materil yang melanda para warga Desa setempat.
Sekertaris BPBD Boltim, Fitra Damopolii, S.IP mengatakan saat ini pihak BPBD masih sementara mengembangkan berbagai laporan di lokasi kejadian.
“Kami sampai saat ini masih mengumpulkan data dan informasi dari lokasi kejadian. Sementara ini tim reaksi cepat yang bekerja sama dengan TNI,Polri masih berada di lokasi kejadian,” katanya.
Lanjutnya kondisi air yang tergenang hingga ke pemukiman puluhan warga sudah redah akan tetapi di lokasi kejadian Pihak BPBD bersama TNI-Polri masih melakukan evakuasi.
“Air sudah redah dan tim reaksi cepat bersama TNI,Polri beserta para warga masih melakukan evakuasi, pembersihan puing akibat dampak banjir itu karena hujan deras yang mengguyur sekitar empat sampai lima jam, sehingga puing yang terseret banjir membuat arus lalu lintas belum bisa di lalui,” terangnya.

Terkait peristiwa itu juga, pihak BNPB Provinsi dikabarkan turun ke lokasi kejadian guna meninjau dan persiapan menurunkan bantuan ke warga yang terdampak.
“Jadi hasil koordinasi dengan BNPB Provinsi akan ada kunjungan dalam rangka koordinasi dan evaluasi pasca bencana. Itu nanti kalo ada akurasi data yang valid, disitu kemudian akan diturunkan bantuan, kebetulan saat ini Kaban (Kepala Badan, red) BPBD ada di provinsi dan sedang melakukan koordinasi,” tambahnya.
Ia menambahkan, penanganan pasca bencana Banjir akan melakukan koordinasi Lintas sektor atau Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait bersama TNI – Polri di.
“Nah untuk penanganan pasca bencana dilakukan besok (Senin, 04/04/2022) akan berkoordinasi dengan lintas sektor bersama Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas terkait lainya dan TNI, Polri terkait upaya penanganan pasca Banjir,” ujarnya.
Menurut Fitra, penyebab Banjir selain derasnya curah hujan, karena adanya tanggul yang jebol akibat banjir pada Februari lalu.
“Yah jadi, penyebab Banjir karna debit air sungai karna hujan terlalu deras akhirnya tanggul Sungai Lonsiu jebol. Itu sudah jebol saat banjir pertama pada bulan Februari kalau tidak salah. Namun, penanganannya tidak bisa dilakukan karena itu wilayah kerjanya Balai Sungai,” tutupnya.
Penulis/Editor: Ryan/Redaksi







