Alumni dan Mahasiswa Angkat Bicara Soal Asrama Boltim di Tondano

BOLTIM – Alumni dan Mahasiswa aktif asal Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang mengenyam pendidikan di Minahasa angkat bicara soal isu tidak adanya Asrama Mahasiswa di Tondano.

Beredarnya isu yang berpihak kepada salah satu pasangan calon tentang keberadaan Asrama tersebut dianggap tidak sesuai fakta. Hal itu sengaja dimanfaatkan dalam momentum politik oleh oknum yang tak bertanggunjawab.

Ditengah tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 saat ini, kampanye hitam menjadi sasaran empuk bermain isu menjatuhkan lawan, terlebih jika lawan adalah incumbent atau Calon petahana disetiap daerah.

Namun hadirnya isu mengenai Asrama Mahasiswa Boltim memicu perhatian para alumni dan mahasiswa di Minahasa, karna tidak sesuai kebenaran nya. Sejumlah alumni dan mahasiswa yang saat ini sementara melangsungkan pendidikan di Tondano tidak mengindahkan isu miring tersebut.

Seperti yang diutarakan Mantan Ketua Asrama Boltim di Minahasa, Asri Gonibala bahwa Asrama Mahasiswa asal Boltim di Manado sudah disiasati Pemerintah Daerah (Pemda) dimasa kepemimpinan Sehan Salim Landjar dikontrak selama satu tahun sejak 2019 hingga 2020.

Bangunan Asrama awalnya terletak di belakang Pondok Nuku Desa Tataaran Patar, Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa kata Asri, merupakan bangunan Kos-kosan yang dikontrak Pemerintah Boltim sebagai Asrama Mahasiswa.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Kemudian di tahun 2021 sampai 2022 masa kepemimpinan Bupati Sam Sachrul Mamonto, berpindah lagi di bangunan kos-kosan kompleks Gereja di alamat yang sama dan diperpanjang kontrak selama tiga tahun sampai 2025 mendatang.

Bahkan dia juga menyatakan Di tahun 2021, 2022 di pindah ke kos-kosan kuning, untuk di kontrak kembali menjadi Asrama Mahasiswa Boltim, di zaman bupati Sam Sachrul Mamonto. Beralamat di Tataaran patar, Tondano Selatan, Kompleks Gereja, Kabupaten Minahasa.

Keberadaan Asrama Mahasiswa Boltim di Minahasa tersebut ungkap Asri sangat membantu, fasilitas tempat tinggal sudah disiapkan Pemerintah, bahkan bantuan beasiswa tak henti – hentinya dianggarkan Pemerintah Boltim.

“Kami sudah tidak perlu membayar kos dan mengurangi beban finansial, karna fasilitas tempat tinggal asrama mahasiswa terus perpanjangan kontrak. Yang tinggal saat ini setahu perkiraan saya ada 24 orang. Beasiswa selalu ada, dulu di jaman Eyang (Sapaan akrab mantan Bupati Sehan Landjar) beasiswa dibayar diakhir studi. Sekarang di jaman Bupati Sam Sachrul Mamonto, beasiswa dibayar tiap enam Semester,” ungkap Asri.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Menanggapi soal isu miring tersebut dirinya menegaskan jangan ada provokasi hanya untuk mendapa simpati rakyat. Ia mengingatkan agar jangan menebar hoax serta memanfaatkan mahasiswa sebagai bahan Politik.

“Saya selaku mantan Ketua Asrama pertama, mengutuk keras dengan pernyataan hoax yang beredar di media sosial, yang menjual junior dan mahasiswa sebagai jualan politik. Tempat tinggal Mahasiswa Boltim di Tondano itu ada, Silahkan dicek. Bapak yang terhormat jangan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, demi kepentingan semata. Bentuk provokasi merupakan kejahatan agar mendapat simpatisan dari rakyat,” kecam Asri.

Hal ini juga dibenarkan Ketua Asrama Boltim di Minahasa Wira Lauma. Menurutnya, Asrama Mahasiswa Boltim sudah ada sejak 2019 dan setiap tahun diperpanjang kontrak. Ia pun mengakui bahwa Pemerintah sangat membantu dengan adanya Asrama dan bantuan beasiswa, meskipun demikian inventaris untuk fasilitas penunjang belum terpenuhi.

Namun ia berharap sebagai masukan ke Pemerintah Boltim agar segala bentuk usulan dan aspirasi untuk bisa dipertimbangkan. “Kami berharap, Pemerintah  khususnya Bupati maupun Wakil Bupati untuk berkunjung di Asrama Boltim di Minahasa. Karna selama ini Bupati maupun Wakil Bupati tidak pernah berkunjung bahkan hadir di kegiatan paguyuban Boltim di Minahasa,” harapnya.

Baca Juga :  PT ASA Terima Penghargaan di HUT ke-18 Boltim

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Boltim Taufik Mamonto selaku alumni Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang juga alumni IPMI Boltim membantah terkait isu beredar soal Asrama Mahasiswa Boltim tidak ada di Tondano. Ia menerangkan, usulan itu muncul sejak 2018 oleh IPMI Boltim lewat forum paguyuban dan langsung direspon oleh Pemerintah bahkan sampai saat ini masih ada keberedaanya.

“Tanggapan saya terkait isu ini. Seharusnya yang jadi prioritas dalam visi dan misi kedepan itu mengembangkan pendidikan dan ruang kepemudaan. Mengenai Asrama jangan dijadikan bahan politik, setahu kami setiap tahun Pemerintah menganggarkan anggaran untuk asrama dan itu menjadi harapan dari mahasiswa Boltim untuk memperpanjang kontrak Asrama Boltim. Sangat disayangkan karna Asrama Boltim di Tondano sudah ada sejak 2019 yang diperjuangkan oleh Mahasiswa Boltim jangan dipolitisir dalam hal politik,”cetusnya Mamonto.

Penulis/Editor: Ryan/Redaksi

Pos terkait